-->
Black Bee

4 Fakta Gunung Dempo yang Jarang Diketahui

4 Fakta Gunung Dempo yang Jarang Diketahui
Sejarah gunung Dempo bermula sejak ratusan tahun yang lalu. Nama "Dempo" sendiri merupakan kata yang sudah mengalami perubahan dari kata aslinya. Awalnya gunung ini disebut oleh masyarakat sekitar dengan istilah diempu atau dalam bahasa Indonesianya dipuja dan diagungkan. Karena lidah orang besemah - suku asli yang tinggal di lembah gunung ini - kata diempu lama-lama menjadi Dempo.

Gunung ini terletak di provinsi sumatera selatan, dan merupakan gunung tertinggi kedua di sumatera setelah gunung kerinci di provinsi Jambi. Daerah ini juga merupakan daerah dataran paling tinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Gunung ini pun tak dapat disangkal memiliki keindahan alam yang begitu menakjubkan.

Hamparan kebun teh peninggalan penjajah belanda, udara sejuk serta melimpahnya jumlah air terjun membuat Kota Pagaralam menjadi salah satu lokasi wisata favorit di Sumsel. Kota ini juga dijuluki dengan nama "Kota Bunga", karena di daerah ini hampir segala jenis bunga tumbuh dan dibudidayakan.

Ketinggian gunung dempo juga menjadi tantangan tersendiri bagi pendaki dan penjelajah. mendaki dan berkemah di gunung ini seakan menjadi kegiatan tahunan bagi organisasi pencinta alam dan wisatawan untuk datang ke puncaknya.

Tetapi ada beberapa fakta yang perlu diketahui mengenai gunung ini.

Berikut fakta-fakta yang jarang diketahui tentang gunung dempo.


1. Kayu Panjang Umur dan Kayu Api

Gunung tertinggi di Sumsel ini memiliki ketinggian lebih kurang 3.159 meter dari permukaan laut (dpl), suhu dipuncak gunung mencapai dibawah 1 – 3 derajat Celcius dengna iklim berkabut. Selain itu dipuncak gunung ini masih terdapat beberapa kawah dan diantaranya, airnya dapat diminum langsung karena ketinggianya jarang terdapat microba berbahaya di sini.

Salah satu kekayaan hayati yang unik di gunung ini adalah pohon kayu Panjang Umur, yang tertanam tertata dengan jarak antara pohon sekitar 2 meter, dan bila tumbuh kurang dari itu, tanam itu akan mati dengan sendirinya. Populasi kayu panjang umur yang buahnya hanya bisa ditemukan saat berada di puncak Gunung Dempo ini kian hari kian berkurang karena kerap diambil oknum pendaki.

Di puncak gunung Dempo anda tidak akan kesulitan memasak air dengan menggunakan kompor minyak atau kompor gas. Karena air sulit mendidih disana kecuali anda menggunakan Kayu Api, yaitu kayu hijau sebangsa tanaman yang masih basah dan bila kayunya digesek-gesekkan akan mengeluarkan api.

Dengan menggunakan kayu api inilah anda akan dapat mudah memasak air dan nasi dipuncak gunung itu.

2. Keajaiban Adzan


Ada satu kebiasaan unik yang biasa dilakukan oleh pendaki yang mendaki gunung dempo. Ketika memulai pendakian di pintu pertama, biasanya salah satu pendaki akan mengumandangkan adzan. Begitu juga ketika turun kabut tebal, sebagian percaya ketika adzan dikumandangkan kabut akan segera pergi.

Terlepas benar tidaknya, adzan adalah panggilan untuk kaum muslimin agar melaksankan sholat berjamaah. Jadi ketika dikumandangkan di tempat tertentu dengan tujuan yang berbeda tentu kurang bijak. Namun, ebagai sarana syiar Islam hal ini ada baiknya, menginat sebagian besar warga kota ini sangat relegius.

3. Setue / Siluman Harimau.


Ada cerita yang populer di kalangan masyarakat besemah lama, bahwa di gunung dempo ada sejenis siluman yang dijuluki Setue, Setue adalah sejenis siluman jelmaan harimau yang menjaga gunung dempo. Wujudnya kadangkala seperti manusia dan kadang seperti harimau.

Demikian mitos yang berkembang sejak dahulu kala, namun sebagian pendaki atau penjelajah tidak mempercayai hal ini. Faktanya, di hutan gunung dempo ada harimau benar adanya, mengingat hutan gunung dmepo yang sebagian besar masih perawan dan merupakan rumah yang tepat bagi hewan yang dilindungi tersebut.

Yang perlu dilakukan adlah tetap berhati-hati dengan bahaya hewan buas yang masih terdapat di hutan gunung dempo.


4. Suku Pemberani di Gunung Dempo


Menurut Budayawan Besemah, Bastari Suan, Suku bangsa Besemah atau menurut istilah lokal Besemah Libagh atau Besemah Sekali Nuduh adalah satu kawasan  kebudayaan yang berpusat sekitar gunung Dempo (kota Pagaralam)  serta menyebar meliputi beberapa suku di Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung dan Jambi. Suku besemah terkenal sebagai suku pemberani dan penjelajah.

Besemah, terdiri dari kata “be” dan “semah”. Be berati ada, sedangkan “semah” adalah nama ikan yang hidup di sungai di sekitar gunung Dempo dan Hulu Sungai Musi.

Jadi, Besemah adalah sungai yang ada ikan semahnya.


Black Bee
Black Bee
Load comments